NIM : 175231159
KELAS : PBS 1D
MASJID TAK BERPINTU
Narasi ini bertujuan untuk menceritakan kepada khalayak ramai tentang sejarah Masjid Roudhotus Sholihin. Selain itu, narasi ini juga berfungsi sebagai penyelesaian dari tugas Mata Kuliah Sejarah Peradaban Islam yang diampu oleh dosen yang bernama M. Endy Saputro, M.A. Narasi ini menceritakan tentang sejarah sekaligus kegiatan kegiatan yang berhubungan dengan Masjid Roudhotus Sholihin.
Sebelum membuat narasi, saya melakukan wawancara dengan narasumber Bapak Sulaiman, SPd, MPd. Bapak Sulaiman merupakan ketua Masjid Roudhotus Sholihin. Beliau merupakan seorang pensiunan yang sekarang membuka usaha warung makan dan usaha toko bersama istrinya. Selain wawancara saya juga melakukan sharing dengan salah seorang yang tinggal disana yang bernama Lukman Najib. Lukman Najib adalah seorang mahasiswa semester 5. Berkat wawancara dan sharing tersebut, saya dapat menyelesaikan narasi ini lebih detail.
Sebelum wawancara saya mendatangi Masjid Roudhotus Sholihin terlebih dahulu untuk meneliti serta untuk mencari hal-hal yang dapat saya gunakan sebagai pertanyaan saat wawancara nanti. Disana, saya menanyakan kepada salah seorang warga tentang tujuan dan kepada siapa saya harus melakukan wawancara. Setelah itu, saya diberi tahu untuk melakukan wawancara kepada Bapak Sulaiman selaku ketua masjid. Saya akhirnya, mendatangi rumah Bapak Sulaiman dan menyampaikan maksud kedatangan saya.
Setelah wawancara, saya menulis transkip wawancara. Saya merasa bahwa isinya masih kurang, sehingga saya membuat perjanjian dengan orang yang tinggal di Desa Nglangak yang bernama Lukman Najib untuk melakukan sharing tentang Masjid Roudhotus Sholihin. Seusai transkip, saya mulai membuat narasi yang berhubungan dengan Masjid tersebut. Dan alhamdullillah hari ini saya bisa memposting narasi ini ke dalam blog saya.
Masjid tak berpintu merupakan sebutan untuk Masjid Roudhotus Sholihin. Filosofi dari masjid ini yaitu, “tidak memiliki pintu maksudnya semua orang bisa memasukinya tanpa memandang ras, suku, budaya juga tidak ada perbedaan antara masyarakat bawah, menengah, maupun atas”. Masjid Roudhotus Sholihin merupakan masjid yang berada di desa Nglangak, Kelurahan Kwangen, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen. Tepatnya, dari perempatan Gemolong ke arah barat sekitar 1Km, ada SPBU Kwangen belok kanan masuk gang sekitar 100m,lokasi Masjid berada disebelah barat jalan. Masjid ini memiliki 2 lantai. Memiliki luas tanah sekitar 561m, dengan luas bangunan (2×370), luas tempat wudhu 12m, dan luas halaman sekitar 179m. Di sebelah kanan Masjid terdapat Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kwangen dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Yasin.
Masjid Roudhotus Sholihin dibangun pada tahun 1942, dengan bangunan awal yang masih tradisional berbahan baku kayu. Masjid ini didirikan oleh Simbah Kyai Bulkin. Simbah Bulkin merupakan anak dari Simbah Kyai Zudi, pengasuh Pondok Pesantren Zumrotut Tholibin yang terletak di Desa Kacangan, Andong, Boyolali. Istri Simbah Bulkin juga keturunan ulama yaitu dari Simbah Kyai Ma'sum Gemolong. Setelah menikah, Simbah Bulkin dan istrinya tinggal di desa Nglangak dan berdakwah Agama Islam di desa tersebut. Simbah Bulkin Memiliki putra 13, 4 orang menjadi kyai dan 2 orang menjadi mubaleg terkenal yaitu Simbah Mafruh dan dr.Agus Budi Harto. Simbah Bulkin meninggal pada tahun 1993 sedangkan istrinya meninggal pada tahun 1997.
Sebelum meninggal, Simbah Bulkhin pernah berkata bahwa “Masjid ini nantinya akan menjadi Masjid yang besar”. Maksud dari perkataan tersebut adalah, Masjid yang sangat berperan di masa yang akan datang. Selain itu, keluarga Simbah Bulkhin juga mendirikan Madrasah Ibtidaiyah Kwangen dan Madrasah Tsanawiyah Yasin. Dengan begitu diharapkan dapat meningkatkan pendidikan di desa tersebut. Dengan adanya MIN dan MTs tersebut ikut berperan dalam meramaikan masjid.
Orang yang paling berperan dalam kesejahteraan masjid adalah dr.Agus Budi Harto. Mubaleq yang paling populer sekaligus banyak disukai isi ceramahnya. Bapak dr.Agus juga mendirikan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Yasin. Rumahnya yang tepat berada di depan Masjid Roudhotus Sholihin membuat para calon maupun yang sudah haji pasti mengenal Masjid tersebut. KBIH Yasin berdiri pada tahun 2003 dengan jama'ah awal 50. Setiap tahunnya, mengalami peningkatan jumlah sehingga terdapat 440 jama'ah haji yang berangkat pada tahun 2017. Bapak dr.Agus merupakan mantan ketua NU se-Kabupaten Sragen. Selain itu, dr.Agus juga pernah dicalonkan untuk menjadi wakil Bupati Sragen, namun beliau menolaknya karena beliau ingin mempriritaskan agama dibandingkan dengan politik.
Tujuan utama didirikan Masjid Roudhotus Sholihin adalah untuk mengIslamkan masyarakat. Masyarakat sekitar masih masyarakat awam atau masih masyarakat primitif, sehingga Simbah Bulkin mendirikan masjid dan mulai berdakwah. Berkat dakwah Simbah Bulkin, akhirnya masyarakat yang dulunya tidak sholat sekarang menjadi sholat semuanya, meskipun awal mulanya Islam sulit untuk diterima oleh khalayak masyarakat setempat.
Masjid Roudhotus Sholihin direhab 2X. Rehaban pertama pada tahun 1977 dan rehaban kedua pada tahun 2005. Rehaban pertama sudah ditembok namun bentuknya masih joglo dan luasnya tidak seluas yang sekarang ini. Pada, Rehaban kedua berlangsung sekitar 2 tahun. Rehaban kedua menghabiskan biaya sekitar 1,5 milliyar. Dana tersebut berasal dari dana swadaya dan donatur. Setelah rehaban yang kedua, Masjid Roudhotus Sholihin menjadi masjid yang besar sekaligus masjid yang unik, karena salah satu masjid yang luas dan tidak ada pintunya. Salah satu alasan tidak memiliki pintu karena meniru bentuk dari Masjidil Haram. Bentuk masjid di desain oleh Bapak dr.Agus Budi Harto dengan di bantu oleh arsitek yang bernama Bekti Sulasyono,SH.
Masjid ini berwarna krim yang merupakan warna netral dengan hiasan batu alam yang menambah kesan menarik. Lantai berupa keramik berwarna putih yang merupakan ciri khas dari semua masjid. Masjid tersebut juga memiliki 2 tangga yang terletak di sebelah kanan dan sebelah kiri, sehingga memudahkan orang lain jika ingin naik ke lantai 2 dari sisi manapun.
Keunikan lainnya yaitu memiliki 10 kamar, 5 kamar dilantai bawah dan 5 kamar dilantai atas. Kamar yang berada di lantai bawah merupakan kamar UKS, kamar Perpustakaan, kamar Petugas, sedangkan 2 kamar lainnya merupakan gudang. Kamar UKS dulu berfungsi untuk masyarakat yang ingin berobat. Pelayanan gratis yang dibuka di hari Jum'at. UKS tersebut dilayani oleh 3 dokter, yaitu dr.Agus Budi Harto, dr.Arwani, dan dr.Listyani. Namun pemeriksaan tersebut sudah tidak berfungsi, karena sekarang banyaknya rumah sakit sehingga jumlah masyarakat yang periksa di UKS mulai menurun dan akhirnya UKS ditutup.
Kamar perpustakaan merupakan layanan masyarakat yang ingin membaca ataupun meminjam buku dari Masjid Roudhotus Sholihin. Perpustakaan dibuka pada hari Selasa dan Jum'at. Sampai sekarang buku-bukunya masih utuh. Perpustakaannya masih berfungsi hanya saja tidak dibuka sehari full. Berbeda dengan jadwal terdahulu, karena sekarang jadwal bukanya setiap hari sesudah Sholat Maghrib sampai Sholat Isya'. Penjaganya setiap hari berbeda-beda sesuai jadwal yang telah dibuat.
Sedangkan kamar petugas, di dalamnya berisi alat-alat penting, seperti sound sisten, karpet, alat-alat rebana, dll. Kamar tersebut selalu dikunci. Kamar ini hanya boleh dimasuki oleh pengurus masjid. Orang lain yang tidak berkepentingan tidak boleh memasukinya. Kamar petugas sangat penting, sehingga kunci kamar dibawa oleh dr.Agus Budi Harto. Jadi jika ada pengurus yang mau membuka, harus ke rumah dr.Agus Budi Harto yang rumahnya tepat didepan masjid.
Kamar-kamar yang berada di lantai atas berfungsi untuk Yayasan Yasin yang dibimbing oleh Bapak H.Mahmud dan dr.Agus Budi Harto. Yayasan ini bertujuan untuk membantu kaum dhuafa yang kekurangan dana untuk menyekolahkan anaknya. Orang yang masuk ke yayasan harus yang memenuhi syarat agar tidak salah dalam membantu orang. Anak didik Yayasan Yasin disekolahkan secara gratis dari tingkat SD,SMP,SMA, bahkan ada yang sampai kuliah. Di samping sekolah, anak didik juga dibekali mengaji kitab dan Al-Qur’an.
Pada tahun2011, jumlah anak didik sekitar 18 orang laki-laki yang tidur di kamar masjid. Sedangkan yang perempuan sekitar 16 orang, tidur di rumah Bapak dr.Agus Budi Harto. Namun, sekarang anak didik tersebut mulai menurun jumlahnya karena setelah lulus sekolah ada yang mulai mencari pekerjaan dan ada pula yang kuliah. Di tahun ini, tahun 2017 jumlah perempuan 18 orang dan laki-lakinya 1 orang. 5 orang kuliah, 3 orang ditingkat SMA, dan sisanya di tingkat SMP.
Masjid Roudhotus Sholihin pernah memenangkan Lomba Management Masjid se-Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2011. Selain itu, masjid ini juga memenangkan Lomba Management Masjid se-Kabupaten Sragen yang juga diselenggarakan pada tahun 2011. Meraih juara tersebut karena keunikannya. Tata kepengurusan organisasi yang komplit dari ketua sampai lain sebagainya juga merupakan penilaian tersendiri. Dengan apresiasi tersebut dapat meningkatkan semangat masyarakat dalam mengelola serta meramaikan masjid.
Ketika sholat fardhu, yang menjadi Imam biasanya dr.Agus Budi Harto, kalau sedang tidak ada diganti Bapak H.Hasan Hariri, jika Bapak Hasan Hariri tidak ada diganti Bapak H.Sulaiman, jika Bapak Sulaiman juga tidak ada maka diganti oleh Bapak Ali Mubarok. Saat sholat fardhu, paling banyak jama'ahnya saat Sholat Subuh dan Maghrib. Saat Subuh jama'ahnya sekitar 100 orang. Sholat Dhuhur sekitar 300 orang karena dipadati oleh siswa MIN Kwangen dan MTs Yasin. Sholat Asar sangat sedikit jama'ahnya karena sekitar 25 orang. Sholat Maghrib sekitar 130 orang. Sedangkan saat Sholat Isya biasanya menyesuaikan karena setiap seminggu 3X di Aula desa mengadakan acara dan dilanjutkan sholat berjama'ah Isya' di Aula tersebut.
Kegiatan rutin yang diadakan di Masjid Roudhotus Sholihin antara lain pengajian setiap malam senin wage, sholawatan setiap malam Jum'at, manasik haji, pertemuan haji, dan rapat antara pengurus Masjid maupun dengan pemuda-pemuda desa. Pengajian malam senin wage diadakan setelah Sholat Isya'. Biasanya selain masyarakat setempat juga ada yang menghadiri pengajian tersebut dari desa-desa lain. Di dalam pengajian, diisi Hadroh Bandoso yang terdapat di desa Nglangak. Hadroh diisi oleh pemuda desa yang pandai dalam bersholawat dengan diiringi tabuhan musik hadroh. Setelah itu dzikir yang dipimpin oleh pengurus masjid. Dan acara terakhir adalah inti pengajian yang diisi oleh dr.Agus Budi Harto.
Acara sholawatan pada malam Jum'at dilakukan setelah Sholat Isya'. Acara ini hanya dihadiri oleh pemuda serta pengurus-pengurus masjid. Sholawatan diisi oleh Hadroh Bandoso. Acara ini bertujuan untuk meramaikan masjid serta mendidik pemuda desa agar lebih mencintai Nabi Muhammad SAW. Dengan acara tersebut, pemuda desa dididik untuk meneladani sifat dan sikap Nabi Muhammad SAW sehingga diharapkan dapat mengaplikasikannya ketika berada di dalam masyarakat.
Masjid Roudhotus Sholihin juga dijadikan tempat pelatihan manasik haji dan umroh. Manasik haji dilakukan sebanyak 20 kali pertemuan. Pada awal pertemuan, biasanya diadakan selama 2 minggu sekali, namun setelah mendekati keberangkatan ke Makkah, pertemuan manasik menjadi seminggu sekali.Manasik tersebut berasal dari KBIH Yasin (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Yasin) yang diketuai oleh dr.Agus Budi Harto. Masjid tanpa pintu yang bisa dimasuki orang dari sisi manapun masjid kecuali depan, karena tertutup sekaligus tempat Imam. Meskipun tidak ber-AC namun tetap semilir karena angin bebas memasuki Masjid. Dengan begitu, Masjid terasa sejuk dan tidak mudah membuat gerah.
Sedangkan pengajian haji maupun umroh sifatnya relatif, karena bukanlah pengajian rutin. Pengajian tersebut diadakan oleh setiap angkatan kelompok haji. Biasanya diadakan sebulan sekali. Kadang ada juga jama'ah jika tidak memiliki tempat untuk pengajian haji, mereka memilih Masjid Roudhotus Sholihin sebagai tempat pengajiannya. Selain itu, juga dikarenakan semua jama'ah Haji Yasin pasti mengetahui letak Masjid tersebut.
Masjid Roudhotus Sholihin juga digunakan sebagai tempat rapat, baik rapat antar pengurus masjid maupun rapat pemuda karang taruna desa Nglangak. Kalau pengurus masjid mengadakan rapat setiap selesai Sholat Jum'at, selain rapat juga menghitung uang infak yang telah terkumpul selama 1 minggu. Sedangkan kalau rapat karang taruna bersifat relatif karena tidak pasti waktunya.
Masjid Roudhotus Sholihin juga digunakan sebagai tempat pemberangkatan sekaligus tempat transit jama'ah Haji yang baru pulang dari tanah suci. Halaman Masjid yang tidak begitu sempit membuat nyaman para penjemput haji. Orang-orang yang ingin singgah tidak perlu khawatir saat mau memarkir mobilnya. Halaman yang strategis nyaman untuk parkir motor maupun mobil. Kalaupun halaman masih kurang, telah disediakan lahan kosong disebelah timur laut masjid.
Tanggapan masyarakat sekitar tentang Masjid Roudhotus Sholihin sebagian besar baik. Alasan tersebut karena masyarakat senang Masjidnya sekarang menjadi bagus dan juga terkenal. Selain itu, masyarakat setempat lebih mudah dalam menyekolahkan anaknya. Dan juga, jika masyarakat ingin naik umroh maupun haji tidak perlu pergi jauh jauh. Bahkan dr.Agus juga menyediakan koperasi simpan pinjam yang bertempat di rumahnya.
Pada saat bulan Ramadhan, Masjid Roudhotus Sholihin sangat ramai. Apalagi saat siang hari, banyak pemudik yang singgah di Masjid tersebut. Selain untuk sholat juga untuk istirahat sejenak. Masjid tersebut juga menyediakan takjil untuk orang-orang yang berbuka puasa. Takjil tersebut berasal dari masyarakat dengan cara diundi setiap harinya. Setelah Sholat Isya' pasti sholat sunah Tarawih sebanyak 20 rekaat ditambah 3 rekaat sholat witir. Selama Sholat Tarawih berlangsung, ada bapak-bapak banser yang sholat dihalaman, karena untuk menjaga agar sholat dapat berjalan dengan lancar dan agar tidak ada kemalingan motor.
Setelah sholat tarawih, dilanjutkan khotbah sebagai pesan dan saran bagi semua umat Muslim. Setelah Khotbah selesai, antar jamaah Sholat Tarawih berdiri untuk salam-salaman. Selesai salam-salaman, bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda-pemudi, serta adik-adik yang bisa membaca Al-Qur'an melakukan tadarus Al-Qur'an. Tadarus dilakukan secara berkelompok-kelompok yang terdiri dari beberapa orang. Jika dijumlah terdiri sekitar 10 kelompok. Selain tadarus di masjid ada juga yang tadarus di Aula desa. Di aula biasanya yang tadarus kebanyakan anak-anak kecil.
Selain Khotbah juga ada kultum setelah Sholat Subuh. Antara Khotbah dan Kultum berbeda pematerinya, Khotbah diisi oleh dr.Agus Budi Harto sedangkan Kultum diisi oleh Bapak H.Hasan Hariri. Selama Bulan Ramadhan, pemuda-pemuda masjid jam setengah 3 mengadakan acara membangunkan masyarakat dengan cara berkeliling menabuh ember dan berteriak sahur sahur menggunakan motor roda 3. Mereka berkeliling sebanyak 2 kali. Acara tersebut merupakan bukti peduli antara pemuda desa dengan masyarakat di desa Nglangak.
Masjid Roudhotus Sholihin selalu dibersihkan setiap hari. Terdapat petugas khusus untuk membersihkannya yang bernama Bapak Suyoto dengan dibantu anak didik yang tinggal di YayasanYasin. Tidak hanya lantai Masjid namun semuanya dibersihkan, dari tempat wudhu, kamar mandi, halaman masjid, dan selokan juga selalu dibersihkan. Meskipun begitu, Masjid tetap rumah yang paling suci jadi semua umat Muslim wajib ikut serta dalam menjaga dan merawatnya.
Refleksi saya terhadap perkembangan Masjid sekarang ini dengan Sejarah Peradaban Islam sangat berbeda. Masjid saat ini selain digunakan untuk sholat juga untuk kegiatan-kegiatan Islam lainnya. Masjid yang dulu masih simpel, masih tradisional, masih klasik sekarang sudah direnovasi sebaik mungkin. Perkembangan Islam sangat dibutuhkan, karena jika Islam tidak berkembang, maka nilai-nilai yang ada di dalam Islam lambat laun akan menghilang.
Saya pribadi setuju dengan kegiatan-kegiatan yang ada di dalam Masjid Roudhotus Sholihin.Selain kegiatannya yang positif juga merupakan ajang untuk meramaikan masjid. Desain Masjid yang berbeda dengan yang lain memiliki daya tersendiri bagi khalayak umum. Dalam Islam telah dijelaskan bahwa umat Islam dianjurkan untuk berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan. Salah satu kebaikan yang dapat dijadikan pelajaran adalah membuat Masjid semakin indah sehingga dengan begitu diharapkan dapat menambah semangat dalam beribadah kepada Allah SWT. Menurut saya, kegiatan yang dikhususkan untuk remaja desa masih kurang, sehingga harapan saya semoga ditambah lagi kegiatan kegiatan positif yang lainnya.